KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
wr. wb.
Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT, karena berkat rahmat, taufik serta iniyah-Nya makalah yang
berjudul “ Investasi Pasar Modal” dapat diselesaikan dengan baik guna memenuhi
salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen Investasi dan
Pasar Modal.
Shalawat
dan salam senantiasa tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, yang dengan
semangat dan ikhlas berjuang dalam menumbuh kembangkan ajaran Islam sehingga
dapat membimbing umat manusia menuju keimanan dan keselamatan, baik di dunia
maupun di akhirat nanti.
Dengan
selesai nya penyusunan makalah ini penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada pihak yang telah banyak membantu dan memberikan
bimbingan, saran-saran, dan informasi yang sangat berharga kepada penulis.
Disamping itu penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih terdapat
kekurangan dan ketidak sempurnaan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan
kritik yang membangun dari segenap pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir
kata semoga makalah ini dapat berguna bagi penulis dan segenap pembaca.
Wassalamualaikum wr. wb.
Mojokerto, 15 September
2018
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................... ii
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
........................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah ..................................................................................... 2
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2
BAB 2. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Investasi................................................................................... 3
2.2 Proses Investasi
........................................................................................ 4
2.2.1 Penentuan tujuan (kebijakan) investasi........................................... 4
2.2.2 Penentuan tingkat risiko yang dapat diterima................................. 5
2.2.3 Analisis Sekuritas............................................................................ 5
2.2.4 Pembentukan portofolio yang
optimal............................................ 7
2.2.5 Revisi portofolio.............................................................................. 7
2.2.6 Evaluasi kinerja portofolio.............................................................. 8
2.3 Istilah-Istilah Investasi Di Pasar Modal.......................................................... 9
2.3.1 Istilah-Istilah Investasi Di Pasar Modal................................................ 9
BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................... 12
3.2 Saran ......................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dunia Globalisasi merupakan hal yang sudah tak asing lagi buat kita semua.
Dunia globalisasi telah masuk ke semua Negara tak heran globalisasi membawa hal
yang baik dan buruknya. Globalisasi juga telah berkembang merambat kedunia
perekonomian biasanya berupa penanaman modal pada suatu sektor
industri. Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi, karena
dengan investasi setiap orang dapat mempertahankan dan memperluas basis
kekayaannya yang dapat digunakan sebagai jaminan sosial di masa depannya.
Seseorang sering tidak menyadari dirinya telah melakukan investasi, misalnya
dengan menabung dan sebagainya. Agar tak terjebak melakukan investasi ke dalam
portofolio ‘sampah’, atau bahkan ditipu oleh pihak yang tak bertanggung jawab
dengan iming-iming menarik, Anda harus mengedepankan rasionalitas dan memahami
betul resiko-resiko yang dihadapi dalam berinvestasi. Karena banyak sekali
jenis dari investasi tersebut. Jangan sampai terbuai dengan iming-iming menarik
yang tinggi, tapi uang Anda habis sia-sia. Investasi pun banyak jenis dan
macamnya jadi harus pandai melihat ke sektor mana kita akan menanamkan saham
kita.
Peran penting sekali dari beberapa pihak baik dari pemerintah dan tiap
individu. peran individu sangatlah penting dalam berperan aktif
karena dapat mencegahnya harga barang yang tak terkontrol.
Pemerintah sebaiknya mengatur beberapa aturan tentang peraturan penanaman
modal, karena, sejak pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah pusat terpaksa mengeluarkan
kepres khusus mengenai penanaman modal karena banyaknya kendala yang dihadapi
oleh para investor yang ingin membuka usaha di daerah, khususnya yang berkaitan
dengan proses pengurusan izin usaha. Investor seringkali dibebani oleh urusan
birokrasi yang berbelit-belit sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan
disertai dengan biaya tambahan yang cukup besar.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa pengertian Investasi ?
b. Bagaimana Proses Investasi ?
c. Apa Istilah-istilah Investasi di Pasar Modal ?
1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui definisi Investasi
b. Untuk Mengetahui Proses Investasi
c. Mengetahui Istilah-istilah Invetasi di Pasar Modal
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Investasi
Kata investasi merupakan
adopsi dari bahasa Inggris, yaitu investment. Kata invest sebagai
kata dasar dari investment memiliki arti menanam. Dalam Webster’s
New Collegiate Dictionary, kata invest didefinisikan
sebagai to make use of for future benefits or advantage and to commit
(money) in order to earn a financial return.
Menurut Salim dan Budi
Sutrisno, investasi adalah penanaman modal yang dilakukan oleh investor, baik
investor luar negeri (asing) maupun dalam negeri (domestik) dalam berbagai
bidang usaha yang terbuka untuk investasi, dengan tujuan untuk
memperoleh keuntungan.
Sedangkan menurut A.
Abdurrahman, mengemukakan investment (investasi) mempunyai dua makna yaitu pertama :
investasi berarti pembelian saham, obligasi dan benda-benda tidak bergerak,
setelah diadakan analisis akan menjamin modal yang diletakkan dan memberikan
hasil yang memuaskan. Faktor-faktor tersebut yang membedakan investasi dengan
spekulasi. Kedua, dalam teori ekonomi, investasi berarti pembelian
alat produksi (termasuk didalamnya benda-benda untuk dijual) dengan modal
berupa uang.
Menurut Sunariyah “Investasi adalah
penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya
berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang
akan datang.” ([1])
Dewasa ini banyak negara-negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan
untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini
dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula
kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan
output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.
Investasi pada umumnya
merupakan suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan
keuangan dan ekonomi, to use (money) make more money out of something
that expected to increase in value. Istilah tersebut berkaitan dengan
akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan di masa
depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.([2])
2.2 Proses Investasi
2.2.1 Penentuan tujuan
(kebijakan) investasi
Pada tahap ini, investor perlu mengetahui apakah yang menjadi tujuan
(kebutuhan) sebenarnya dari kegiatan investasinya. Selain itu juga
ditentukan berapa dana yang akan ditanamkan dalam investasi tersebut, dan
berapa lama dana tersebut ditanamkan (time horizone).
Karena terdapat hubungan yang positif antara risiko dan return untuk
strategi investasi, maka yang tepat bagi seorang investor adalah
menyatakan tujuannya untuk memperoleh keuntungan tertentu dengan
memahami bahwa ada kemungkinan terjadinya kerugian. Tujuan investasi
seharusnya dinyatakan dalam return maupun risiko.
For Exam :
Seorang bapak dengan tiga orang anak, mungkin akan menginvestasikan
sebagian gajinya untuk ditabung atau didepositokan sehingga pada
belasan tahun berikutnya dapat menyediakan kebutuhan dana pendidikan
anak-anaknya.
Lain halnya dengan seorang manajer muda yang memiliki gaji tinggi dan
setelah mencukupi segala kebutuhan memiliki sisa dana kas yang besar. Tujuan
investasinya mungkin untuk meningkatkan nilai kekayaannya dalam jangka pendek
dengan jalan membeli saham di Bursa Efek.
2.2.2 Penentuan tingkat risiko
yang dapat diterima
Pada tahap ini, investor harus menentukan berapa besar tingkat risiko yang
dapat ditolerir (acceptable risk) sehubungan dengan investasi yang
dilakukannya.
o Seseorang yang cenderung bersifat menghindari
risiko (risk averse) tentunya akan memilih risiko yang
minim dengan konsekuensi mendapatkan tingkat keuntungan yang relatif
lebih rendah. Mereka memilih jenis investasi yang relatif aman, seperti
Deposito, Surat Utang Negara, Sertifikat Bank Indonesia, dll
o Seseorang yang cenderung bersifat berani mengambil risiko
(risk taker) akan memilih jenis investasi yang berisiko tinggi
asalkan juga menghasilkan tingkat keuntungan yang tinggi pula. Contoh
investasi ini adalah saham. Pengukuran tingkat risiko merupakan analisis
yang cukup rumit.
Beberapa risiko yang ditakutkan orang ketika akan melakukan investasi,
yaitu :
a) Penurunan Nilai Investasi
b) Likuiditas atau Sulitnya Produk Investasi itu Dijual
c) Return Investasi Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan
Jasa
2.2.3 Analisis Sekuritas
Pada tahap ini dilakukan analisis dan perhitungan tingkat risiko dan
keuntungan dari masing-masing jenis aset investasi yang dipertimbangkan.
Hasil dari analisis tersebut berupa identifikasi kategori potensial dari aset
yang akan menjadi masukan pada tahap berikutnya dalam membentuk portofolio yang
optimal.
Analisis yang sering dilakukan pada tahap ini adalah analisis
sekuritas, yang meliputi penilaian terhadap sekuritas secara individual
(atau kelompok sekuritas) yang tujuannya mengidentifikasikan sekuritas yang
harganya tidak tepat (misprice), baik overvalue/overprice maupun undervalue/underprice dibandingkan
nilai sesungguhnya (true value).
Analisis sekuritas dilakukan melalui analisis teknis dan/atau analisis
fundamental.
·
Analisis Teknis dilakukan melalui studi harga pasar saham dalam upaya meramalkan
gerakan harga saham pada masa mendatang. Harga pasar tersebut dianalisis
untuk menentukan tren/pola harganya. Dengan mengidentifikasi pola yang
muncul, analis berharap dapat meramalkan dengan tepat gerakan harga pada
masa depan.
·
Analisis Fundamental dilakukan melalui analisis atas informasi laporan keuangan suatu
perusahaan dimulai dengan pernyataan bahwa nilai intrinsik dari aset
finansial sama dengan nilai sekarang (present value) dari semua
aliran tunai yang diharapkan diterima pemilik aset. Analis akan berupaya
meramalkan saat dan besarnya aliran tunai dan mengkonversikannya menjadi
sekarang dengan menggunakan tingkat diskon yang tepat.
Jika dihubungkan dengan saham, maka analis fundamental akan
meramalkan pendapatan per saham berupa dividen, yang tentunya dipengaruhi
oleh kondisi usaha dan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Jika nilai
sesungguhnya (true value) dari saham tersebut
dapat ditentukan, maka nilai tersebut akan diperbandingkan dengan harga pasar
saham tersebut saat ini untuk melihat apakah saham tersebut telah dihargai
dengan tepat.
Ø
Jika true value < harga pasar saat ini, maka nilai
saham tersebut dikatakan over valued atau over priced.
Ø
Jika true value > harga pasar saat ini, maka nilai
saham tersebut dikatakan under valued atau under
priced.
Besarnya perbedaan nilai tersebut merupakan informasi yang penting.
Analis fundamental yakin bahwa harga saham tersebut yang tidak
(belum) tepat akan dikoreksi oleh pasar (market) dimasa depan. Artinya,
jika harga saham dinilai under valued, maka akan berpeluang
mengalami kenaikan harga di masa datang. Dan sebaliknya, jika harga saham
dinilai over valued, maka akan berpeluang mengalami penurunan harga
dimasa datang.
2.2.4 Pembentukan portofolio yang optimal
Portofolio dapat diartikan
sebagai sekumpulan investasi. Pada tahap ini, yang dilakukan adalah
pemilihan (identifikasi) aset khusus mana yang dijadikan investasi dan
menentukan alokasi/porsi dana untuk investasi tersebut untuk tiap aset
investasi, masalah selektifitas, penentuan waktu (timing) dan
diversifikasi menjadi sangat krusial.
2.2.5 Revisi portofolio
Revisi portofolio merupakan pengulangan
ke empat langkah sebelumnya yang mungkin diperlukan sehubungan dengan
perubahan pada salah satu atau beberapa langkah sebelumnya.
For Exam :
Investor mungkin mengubah tujuan investasinya, yang pada gilirannya akan
membuat portofolio yang telah
disusunnya menjadi tidak lagi optimal.
Contoh lain adalah adanya kemungkinan perubahan harga sekuritas yang mana
dulunya dinilai tidak menarik tapi karena adanya perubahan harga menjadi
menarik (menguntungkan) untuk dimiliki.
2.2.6 Evaluasi kinerja portofolio
Pada tahap ini investor melakukan penilaian terhadap kinerja portofolio (performance) secara periodik, baik pada aspek tingkat
keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang tanggung.
Untuk tahap ini diperlukan adanya ukuran yang tepat tentang
besaran return dan risiko yang dapat dijadikan acuan
(standar).
The Risk/Return Tradeoff
Dalam investasi, risiko dapat diartikan sebagai
tidak tercapainya tingkat keuntungan (return) sebagaimana yang
diharapkan. Tingkat risiko yang lebih besar akan memberikan peluang
(possibility) yang lebih besar dalam menghasilkan keuntungan yang
lebih besar pula.
Hal ini disebut tradeoff, karena sebagian
besar orang menginginkan keuntungan lebih besar tapi tingkat risiko yang lebih
rendah.
Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan
sejumlah dana yang ada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di
masa mendatang. Berikut adalah istilah-istilah investasi di pasar modal dalam
bentuk jenis-jenis Investasi.
1. Investasi berdasarkan asetnya
Investasi ini merupakan penggolongan investasi dari aspek modal atau
kekayaannya. Investasi ini dibagi menjadi dua jenis yatu pertama, real
asset merupakan investasi yang berwujud seperti gedung-gedung dan
kendaraan; kedua, financial asset yaitu berupa
dokumen (surat-surat berharga) yang diperdagangkan dipasar uang seperti
deposito,commercial paper, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan
sebagainya. Financial accets juga diperdagangkan dipasar modal
seperti saham, obligasi, warrant, opsi dan sebagainya.
2. Investasi berdasarkan pengaruh
Investasi model ini merupakan investasi yang berdasarkan pada factor dan
keadaan yang mempengaruhi atau tidak berpengaruh dari kegiatan investasi. Investasi
berdasatkan pengaruh dibagi menjadi dua yaitu pertama,
investasi autonomous (berdiri sendiri), yaitu investasi yang
tidak dipengaruhi tingkat pendapatan, bersifat spekulatif, misalnya pembelian
surat-surat berharga; kedua, investasi induced (mempengaruhi-menyebabkan),
yakni investasi yang dipegaruh oleh kenaikan permintaan akan barang dan jasa
serta tingkat pendapatan misalnya penghasilan transitori (penghasilan yang
didapat selain dari bekerja), yaitu bungan tabungan dan sebagainya.
3. Investasi berdasarkan sumber pembiayaan
Investasi ini berdasarkan kepada pembiayaa asal atau asal usul investasi
itu memperoleh dana. Investasi ini dibagi menjadi dua macam: pertama,
investasi yang bersumber dari dana dalam negeri (PMDN), investornya dari dalam
negeri : kedua, investasi yang bersumber dari modal asing, pembiayaan investasi bersumber dari investor asing.([4])
4. Investasi berdasarkan bentuk
Investasi yang didasarkan pada cara menanamkan investasinya. Investasi
modal ini dibagi menjadi dua bentuk yaitu pertama, investasi langsung
dilaksanakan oleh pemiliknya sendiri, seperti membangun pabrik, membangun
gedung selaku kontraktor, atau mengakuisi perusahaan; kedua,
investasi tidak langsung yang disebut dengan investasi portofolio, investasi
tidak langsung dilakukan melalui pasar modal dengan instrument surat – surat
berharga seperti saham, obligasi, reksadana beserta turunannya.
5. Investasi berdasarkan waktu
Investasi berdasarkan waktu dibagi dua, yaitu: investasi berdasarkan jangka
pendek dan investasi berdasarkan jangka panjang. Investasi jangka pendek
merupakan penanaman modal oleh seseorang yang jangka waktunya
relative pendek misalnya setahun, atau dua tahun. Contohnya tabungan di Bank,
deposito, instrument pasar uang, dll. Sedangkan investasi jangka panjang adalah
penanaman atau penyertaan sebagian kekayaan suatu perusahaan dengan maksud
untuk memperoleh pendapatan tetap dan untuk menguasai. Contohnya, saham,
reksadana, obligasi, emas batangan, properti, barang koleksi, dll.([5])
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan isi makalah yang kami susun ini, maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa :
a.
Investasi pada umumnya merupakan suatu istilah dengan beberapa pengertian
yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi, to use (money) make more
money out of something that expected to increase in value. Istilah tersebut
berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan
keuntungan di masa depan. Investasi disebut juga
sebagai penanaman modal
b.
Secara umum, proses investasi adalah sebagai berikut:
1. Penentuan tujuan
(kebijakan) investasi
2. Penentuan tingkat risiko
yang dapat diterima
3. Analisis Sekuritas
·
Analisis Teknis
·
Analisis Fundamental
4. Pembentukan portofolio yang optimal
5. Revisi portofolio
6. Evaluasi kinerja portofolio
c. Istilah-istilah
investasi di pasar modal dalam bentuk jenis-jenis Investasi.
1. Investasi berdasarkan asetnya
2. Investasi berdasarkan pengaruh
3. Investasi berdasarkan sumber pembiayaan
4. Investasi berdasarkan bentuk
5. Investasi berdasarkan waktu
3.2 Saran
Dalam berinvestasi, ada beberapa yang harus diingat bahwa
selalu ada risiko akan kehilangan modal, oleh karena itu, sangat perlu
mengetahui dengan benar asset-aset yang cocok untuk kita pilih utuk
berinvestasi sesuai keinginan dan kebutuhan kita.
Pilihan baik sangat mempengaruhi dalam keberhasilan
hidup, salah satunya adalah menentukan investasi. Kesuksesan bisnis juga
bergantung pada bagaimana cara kita mengelola pilihan-pilihan yang ada. Karena
pada hakikatnya ilmu ekonomi seperti bisnis dan investasi adalah mengenai
pilihan.
Investasi sangat berkaitan dengan perencanaan keuangan
untuk mencapai keuangan yang stabil dan terarah. Untuk menghindari kesalahan
dalam berinvestasi, kita harus mampu menyesuaikan jenis investasi dengan
stabilitas keuangan dan tujuan investasi itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Ratnaran (2013) Investasi dan Pasar Modal (Internet) 11
April. Available from: https://ratnajea.wordpress.com/ (diakses,
30 Maret 2015).
Octa Dandy Saiyar (2013) Teori Pasar Modal dan Investasi
(Internet) 11 Desember. Available from: http://pasarmodalinvestasi.blogspot.com/ (diakses,
30 Maret 2015).
--------(2010) Pasar Modal (Internet) 24 Maret. Available
from: http://pasarmodal.blog.gunadarma.ac.id/?p=3650 (diakses,
30 Maret 2015).
[1]
Sunariyah, Pengantar
Pengetahuan Pasar Modal, (Yogyakarta: UUP AMP YKPN, 2003), hlm.32
[4]
Manan H. Abdul. “Hukum Ekonomi Syari’ah (Dalam Perspektif
Kewenangan Peradilan Agama)”.Jakarta: Kencana Prenadamedia Grop, 2012. Hal
155-159
[5]
Rahardja Prathama dan Manurung Mandala. “Pengantar Ilmu Ekonomi
(Mikroekonomi dan Makroekonomi).”Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia, 2004. Hal 278-283

No comments:
Post a Comment