Monday, 1 October 2018

Investasi Pasar Modal


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb.
            Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT,  karena berkat rahmat, taufik serta iniyah-Nya makalah yang berjudul “ Investasi Pasar Modal” dapat diselesaikan dengan baik guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen Investasi dan Pasar Modal.
            Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, yang dengan semangat dan ikhlas berjuang dalam menumbuh kembangkan ajaran Islam sehingga dapat membimbing umat manusia menuju keimanan dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat nanti.
            Dengan selesai nya penyusunan makalah ini penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang telah banyak membantu dan memberikan bimbingan, saran-saran, dan informasi yang sangat berharga kepada penulis. Disamping itu penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan dan ketidak sempurnaan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik yang membangun dari segenap pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
            Akhir kata semoga makalah ini dapat berguna bagi penulis dan segenap pembaca.

Wassalamualaikum  wr. wb.
Mojokerto, 15 September 2018


Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................        i
DAFTAR ISI ...............................................................................................................        ii
BAB 1. PENDAHULUAN
            1.1 Latar Belakang ...........................................................................................        1
            1.2 Rumusan Masalah .....................................................................................        2
            1.3 Tujuan  .......................................................................................................        2
BAB 2. PEMBAHASAN
            2.1  Pengertian Investasi...................................................................................        3
            2.2  Proses Investasi ........................................................................................        4
2.2.1  Penentuan tujuan (kebijakan) investasi...........................................        4
2.2.2  Penentuan tingkat risiko yang dapat diterima.................................        5
2.2.3  Analisis Sekuritas............................................................................        5
2.2.4  Pembentukan portofolio yang optimal............................................        7
2.2.5  Revisi portofolio..............................................................................        7
2.2.6  Evaluasi kinerja portofolio..............................................................        8
2.3  Istilah-Istilah Investasi Di Pasar Modal..........................................................        9
2.3.1 Istilah-Istilah Investasi Di Pasar Modal................................................        9


BAB 3. PENUTUP
            3.1 Kesimpulan  ...............................................................................................        12
            3.2 Saran  .........................................................................................................        13
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................        14

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dunia Globalisasi merupakan hal yang sudah tak asing lagi buat kita semua. Dunia globalisasi telah masuk ke semua Negara tak heran globalisasi membawa hal yang baik dan buruknya. Globalisasi juga telah berkembang merambat kedunia perekonomian biasanya berupa  penanaman modal pada suatu sektor industri. Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi, karena dengan investasi setiap orang dapat mempertahankan dan memperluas basis kekayaannya yang dapat digunakan sebagai jaminan sosial di masa depannya. Seseorang sering tidak menyadari dirinya telah melakukan investasi, misalnya dengan menabung dan sebagainya. Agar tak terjebak melakukan investasi ke dalam portofolio ‘sampah’, atau bahkan ditipu oleh pihak yang tak bertanggung jawab dengan iming-iming menarik, Anda harus mengedepankan rasionalitas dan memahami betul resiko-resiko yang dihadapi dalam berinvestasi. Karena banyak sekali jenis dari investasi tersebut. Jangan sampai terbuai dengan iming-iming menarik yang tinggi, tapi uang Anda habis sia-sia. Investasi pun banyak jenis dan macamnya jadi harus pandai melihat ke sektor mana kita akan menanamkan saham kita.
Peran penting sekali dari beberapa pihak baik dari pemerintah dan tiap individu. peran individu sangatlah penting dalam berperan aktif karena  dapat mencegahnya harga barang yang tak terkontrol. Pemerintah sebaiknya mengatur beberapa aturan tentang peraturan penanaman modal, karena, sejak pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah pusat terpaksa mengeluarkan kepres khusus mengenai penanaman modal karena banyaknya kendala yang dihadapi oleh para investor yang ingin membuka usaha di daerah, khususnya yang berkaitan dengan proses pengurusan izin usaha. Investor seringkali dibebani oleh urusan birokrasi yang berbelit-belit sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan disertai dengan biaya tambahan yang cukup besar.

1.2 Rumusan Masalah
a.    Apa pengertian Investasi ?
b.    Bagaimana Proses Investasi ?
c.    Apa Istilah-istilah Investasi di Pasar Modal ?


1.3 Tujuan
a.     Untuk mengetahui definisi Investasi
b.    Untuk Mengetahui Proses Investasi
c.     Mengetahui Istilah-istilah Invetasi di Pasar Modal





















BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Investasi
Kata investasi merupakan adopsi dari bahasa Inggris, yaitu investment. Kata invest sebagai kata dasar dari investment memiliki arti menanam. Dalam Webster’s New Collegiate Dictionary, kata invest didefinisikan sebagai to make use of for future benefits or advantage and to commit (money) in order to earn a financial return.
Menurut Salim dan Budi Sutrisno, investasi adalah penanaman modal yang dilakukan oleh investor, baik investor luar negeri (asing) maupun dalam negeri (domestik) dalam berbagai bidang usaha  yang terbuka untuk investasi, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.
Sedangkan menurut A. Abdurrahman, mengemukakan investment (investasi) mempunyai dua makna yaitu pertama : investasi berarti pembelian saham, obligasi dan benda-benda tidak bergerak, setelah diadakan analisis akan menjamin modal yang diletakkan dan memberikan hasil yang memuaskan. Faktor-faktor tersebut yang membedakan investasi dengan spekulasi. Kedua, dalam teori ekonomi, investasi berarti pembelian alat produksi (termasuk didalamnya benda-benda untuk dijual) dengan modal berupa uang.
Menurut Sunariyah “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.” ([1]) Dewasa ini banyak negara-negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.
Investasi pada umumnya merupakan suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi, to use (money) make more money out of something that expected to increase in value. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.([2])

2.2 Proses Investasi
      Secara umum, proses investasi adalah sebagai berikut:
2.2.1      Penentuan tujuan (kebijakan) investasi
Pada tahap ini, investor perlu mengetahui  apakah yang menjadi tujuan (kebutuhan) sebenarnya dari kegiatan  investasinya. Selain itu juga ditentukan berapa dana yang akan ditanamkan dalam investasi tersebut, dan berapa lama dana tersebut ditanamkan (time horizone).

Karena terdapat hubungan yang positif antara risiko dan  return untuk strategi investasi, maka  yang tepat bagi seorang  investor adalah menyatakan  tujuannya untuk memperoleh keuntungan  tertentu dengan memahami bahwa  ada kemungkinan terjadinya kerugian. Tujuan investasi seharusnya dinyatakan  dalam return maupun risiko.
For Exam :
Seorang bapak dengan tiga orang anak, mungkin akan menginvestasikan  sebagian  gajinya untuk ditabung atau didepositokan  sehingga pada belasan tahun berikutnya dapat menyediakan kebutuhan  dana pendidikan anak-anaknya.

Lain halnya dengan seorang manajer muda yang memiliki  gaji tinggi dan setelah mencukupi segala kebutuhan memiliki sisa dana kas yang besar. Tujuan investasinya mungkin untuk meningkatkan nilai kekayaannya dalam jangka pendek dengan jalan membeli saham di Bursa Efek.
2.2.2      Penentuan tingkat risiko yang dapat diterima
Pada tahap ini, investor harus menentukan berapa besar tingkat risiko yang dapat ditolerir (acceptable risk) sehubungan dengan investasi yang dilakukannya.
o  Seseorang yang cenderung bersifat menghindari risiko (risk averse) tentunya  akan memilih risiko  yang minim dengan konsekuensi mendapatkan tingkat keuntungan yang  relatif lebih rendah. Mereka  memilih jenis investasi yang relatif aman, seperti Deposito, Surat Utang Negara, Sertifikat Bank Indonesia, dll
o  Seseorang yang cenderung bersifat berani mengambil risiko (risk taker)  akan memilih jenis investasi yang berisiko tinggi asalkan juga menghasilkan tingkat  keuntungan yang tinggi pula. Contoh investasi ini adalah saham. Pengukuran tingkat risiko merupakan analisis yang cukup rumit.

Beberapa risiko yang ditakutkan orang ketika akan melakukan investasi, yaitu :
a)      Penurunan Nilai Investasi
b)      Likuiditas atau Sulitnya Produk Investasi itu Dijual
c)      Return Investasi Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa

2.2.3      Analisis Sekuritas
Pada tahap ini dilakukan analisis dan perhitungan tingkat risiko dan keuntungan dari masing-masing jenis aset investasi  yang dipertimbangkan. Hasil dari analisis tersebut berupa identifikasi kategori potensial dari aset yang akan menjadi masukan pada tahap berikutnya dalam membentuk portofolio yang optimal.
Analisis yang sering dilakukan pada tahap ini  adalah analisis sekuritas, yang meliputi penilaian terhadap  sekuritas secara individual (atau kelompok sekuritas) yang tujuannya mengidentifikasikan sekuritas yang harganya tidak tepat (misprice), baik overvalue/overprice maupun undervalue/underprice dibandingkan  nilai sesungguhnya (true value).
Analisis sekuritas dilakukan melalui analisis teknis dan/atau analisis fundamental.

·         Analisis Teknis dilakukan melalui studi harga pasar saham dalam upaya meramalkan gerakan  harga saham pada masa mendatang. Harga pasar tersebut dianalisis untuk menentukan  tren/pola harganya. Dengan mengidentifikasi pola yang muncul, analis berharap dapat meramalkan dengan tepat gerakan  harga pada masa depan.
·         Analisis Fundamental dilakukan melalui analisis atas informasi laporan keuangan suatu perusahaan dimulai dengan  pernyataan bahwa nilai intrinsik dari aset finansial sama dengan nilai sekarang (present value) dari semua aliran tunai yang diharapkan diterima pemilik aset. Analis akan berupaya meramalkan saat dan besarnya aliran tunai dan mengkonversikannya menjadi sekarang dengan menggunakan tingkat diskon yang tepat.

Jika dihubungkan dengan saham, maka analis fundamental akan  meramalkan  pendapatan per saham berupa dividen, yang tentunya dipengaruhi oleh kondisi usaha dan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Jika nilai sesungguhnya  (true value) dari saham  tersebut dapat ditentukan, maka nilai tersebut akan diperbandingkan dengan harga pasar saham tersebut saat ini untuk melihat apakah saham tersebut telah dihargai dengan tepat.
Ø  Jika true value < harga pasar saat ini, maka nilai saham tersebut dikatakan over valued atau over priced.
Ø  Jika true value > harga pasar saat ini, maka nilai saham tersebut dikatakan under valued atau under priced.

Besarnya perbedaan nilai tersebut  merupakan informasi yang penting. Analis fundamental yakin bahwa harga  saham  tersebut yang tidak (belum) tepat akan dikoreksi oleh pasar (market) dimasa depan. Artinya, jika harga saham dinilai under valued, maka akan berpeluang mengalami kenaikan harga di masa datang. Dan sebaliknya, jika  harga saham dinilai over valued, maka akan berpeluang mengalami penurunan harga dimasa datang.

2.2.4      Pembentukan portofolio yang optimal
Portofolio dapat diartikan sebagai sekumpulan investasi. Pada tahap ini,  yang dilakukan adalah pemilihan (identifikasi) aset khusus mana yang dijadikan investasi dan menentukan alokasi/porsi dana untuk investasi tersebut untuk tiap aset investasi, masalah selektifitas, penentuan waktu (timing)  dan diversifikasi menjadi sangat krusial.

2.2.5      Revisi portofolio
Revisi portofolio merupakan  pengulangan ke empat langkah  sebelumnya yang mungkin diperlukan sehubungan dengan perubahan pada salah satu atau beberapa langkah sebelumnya.
For Exam :
Investor mungkin mengubah tujuan investasinya, yang pada gilirannya akan membuat portofolio yang telah disusunnya menjadi tidak lagi optimal. 
Contoh lain adalah adanya kemungkinan perubahan harga sekuritas yang mana dulunya dinilai tidak menarik tapi karena adanya perubahan harga menjadi menarik (menguntungkan) untuk dimiliki.



2.2.6      Evaluasi kinerja portofolio
Pada tahap ini investor melakukan penilaian  terhadap kinerja portofolio (performance) secara periodik, baik pada aspek tingkat keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang tanggung.


Untuk tahap ini diperlukan adanya ukuran yang tepat tentang besaran return dan risiko yang dapat dijadikan acuan (standar).

The Risk/Return Tradeoff
Dalam  investasi, risiko dapat diartikan sebagai tidak tercapainya tingkat keuntungan (return) sebagaimana yang diharapkan. Tingkat risiko yang lebih besar akan  memberikan peluang  (possibility) yang lebih besar dalam menghasilkan  keuntungan yang lebih besar pula.

Hal ini disebut tradeoff, karena sebagian besar orang menginginkan keuntungan lebih besar tapi tingkat risiko yang lebih rendah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA83zzd8XJMs5jyf3zoJC7R964UalOFYVrE0_2bu-sbA2coQ2T3tNxp7Vzx-TVEdUBT8VtI15lg9fKyy2uRxMVfLjGY8L_ZWiINU3cRQfKzr9wRV4S3ln-uOPBTLypGcqBWAQk9Ps7cZQ/s1600/proses+investasi.JPG





Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana yang ada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Berikut adalah istilah-istilah investasi di pasar modal dalam bentuk jenis-jenis Investasi.
2.3.1 Jenis-jenis Investasi ([3])
1.      Investasi berdasarkan asetnya
Investasi ini merupakan penggolongan investasi dari aspek modal atau kekayaannya. Investasi ini dibagi menjadi dua jenis yatu pertamareal asset merupakan investasi yang berwujud seperti gedung-gedung dan kendaraan; keduafinancial asset yaitu berupa dokumen (surat-surat berharga) yang diperdagangkan dipasar uang seperti deposito,commercial paper, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan sebagainya. Financial accets juga diperdagangkan dipasar modal seperti saham, obligasi, warrant, opsi dan sebagainya.

2.      Investasi berdasarkan pengaruh
Investasi model ini merupakan investasi yang berdasarkan pada factor dan keadaan yang mempengaruhi atau tidak berpengaruh dari kegiatan investasi. Investasi berdasatkan pengaruh dibagi menjadi dua yaitu pertama, investasi autonomous (berdiri sendiri), yaitu investasi yang tidak dipengaruhi tingkat pendapatan, bersifat spekulatif, misalnya pembelian surat-surat berharga; kedua, investasi induced (mempengaruhi-menyebabkan), yakni investasi yang dipegaruh oleh kenaikan permintaan akan barang dan jasa serta tingkat pendapatan misalnya penghasilan transitori (penghasilan yang didapat selain dari bekerja), yaitu bungan tabungan dan sebagainya.


3.      Investasi berdasarkan sumber pembiayaan
Investasi ini berdasarkan kepada pembiayaa asal atau asal usul investasi itu memperoleh dana. Investasi ini dibagi menjadi dua macam: pertama, investasi yang bersumber dari dana dalam negeri (PMDN), investornya dari dalam negeri : kedua, investasi yang bersumber dari modal asing, pembiayaan investasi bersumber dari investor asing.([4])

4.      Investasi berdasarkan bentuk
Investasi yang didasarkan pada cara menanamkan investasinya. Investasi modal ini dibagi menjadi dua bentuk yaitu pertama, investasi langsung dilaksanakan oleh pemiliknya sendiri, seperti membangun pabrik, membangun gedung selaku kontraktor, atau mengakuisi perusahaan; kedua, investasi tidak langsung yang disebut dengan investasi portofolio, investasi tidak langsung dilakukan melalui pasar modal dengan instrument surat – surat berharga seperti saham, obligasi, reksadana beserta turunannya.

5.      Investasi berdasarkan waktu
Investasi berdasarkan waktu dibagi dua, yaitu: investasi berdasarkan jangka pendek dan investasi berdasarkan jangka panjang. Investasi jangka pendek merupakan penanaman modal oleh seseorang yang  jangka waktunya relative pendek misalnya setahun, atau dua tahun. Contohnya tabungan di Bank, deposito, instrument pasar uang, dll. Sedangkan investasi jangka panjang adalah penanaman atau penyertaan sebagian kekayaan suatu perusahaan dengan maksud untuk memperoleh pendapatan tetap dan untuk menguasai. Contohnya, saham, reksadana, obligasi, emas batangan, properti, barang koleksi, dll.([5])



























BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Berdasarkan isi makalah yang kami susun ini, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :
a.    Investasi pada umumnya merupakan suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi, to use (money) make more money out of something that expected to increase in value. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Investasi disebut juga sebagai penanaman modal
b.    Secara umum, proses investasi adalah sebagai berikut:
1.     Penentuan tujuan (kebijakan) investasi
2.      Penentuan tingkat risiko yang dapat diterima
3.      Analisis Sekuritas
·         Analisis Teknis 
·         Analisis Fundamental 
4.      Pembentukan portofolio yang optimal
5.      Revisi portofolio
6.      Evaluasi kinerja portofolio
c.    Istilah-istilah investasi di pasar modal dalam bentuk jenis-jenis Investasi.
1.      Investasi berdasarkan asetnya
2.      Investasi berdasarkan pengaruh
3.      Investasi berdasarkan sumber pembiayaan
4.      Investasi berdasarkan bentuk
5.      Investasi berdasarkan waktu



3.2     Saran
Dalam berinvestasi, ada beberapa yang harus diingat bahwa selalu ada risiko akan kehilangan modal, oleh karena itu, sangat perlu mengetahui dengan benar asset-aset yang cocok untuk kita pilih utuk berinvestasi sesuai keinginan dan kebutuhan kita.
Pilihan baik sangat mempengaruhi dalam keberhasilan hidup, salah satunya adalah menentukan investasi. Kesuksesan bisnis juga bergantung pada bagaimana cara kita mengelola pilihan-pilihan yang ada. Karena pada hakikatnya ilmu ekonomi seperti bisnis dan investasi adalah mengenai pilihan.
Investasi sangat berkaitan dengan perencanaan keuangan untuk mencapai keuangan yang stabil dan terarah. Untuk menghindari kesalahan dalam berinvestasi, kita harus mampu menyesuaikan jenis investasi dengan stabilitas keuangan dan tujuan investasi itu sendiri.



















DAFTAR PUSTAKA

Ratnaran (2013) Investasi dan Pasar Modal (Internet) 11 April. Available fromhttps://ratnajea.wordpress.com/ (diakses, 30 Maret 2015).
Octa Dandy Saiyar (2013) Teori Pasar Modal dan Investasi (Internet) 11 Desember. Available fromhttp://pasarmodalinvestasi.blogspot.com/ (diakses, 30 Maret 2015).
--------(2010) Pasar Modal (Internet) 24 Maret. Available fromhttp://pasarmodal.blog.gunadarma.ac.id/?p=3650 (diakses, 30 Maret 2015).




[1] Sunariyah, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, (Yogyakarta: UUP AMP YKPN, 2003), hlm.32

[2] Aziz Abdul. “Manajemen Investasi Syari’ah”. Bandung: Alfabeta, 2010. Hal 29
[4] Manan H. Abdul. “Hukum Ekonomi Syari’ah (Dalam Perspektif Kewenangan Peradilan Agama)”.Jakarta: Kencana Prenadamedia Grop, 2012. Hal 155-159
[5] Rahardja Prathama dan Manurung Mandala. “Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi dan Makroekonomi).”Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2004. Hal 278-283

No comments:

Post a Comment

Ekonomi Makro Islam

BAB I PENDAHULUAN 1.1     Latar Belakang Masalah Keadilan sosio ekonomi, salah satu sisi yang paling menonjol dari suatu masyarak...